Bahan Pakaian Bukan Dari Alam – Industri fashion adalah salah satu industri terbesar di dunia, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan. Salah satu aspek yang paling memengaruhi dampak lingkungan dari industri fashion adalah bahan pakaian yang digunakan. Bahan pakaian tradisional sering kali berasal dari sumber alam seperti kapas, sutra, atau wol.
Namun, saat ini, ada peningkatan minat dalam bahan pakaian bukan dari alam yang lebih ramah lingkungan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis bahan pakaian bukan dari alam yang menjadi alternatif yang menarik untuk Anda.

Bahan Pakaian Bukan Dari Alam
Saat ini, kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah bahan pakaian yang digunakan. Selain bahan pakaian alami seperti katun dan sutra, ada juga bahan pakaian yang berasal dari sumber bukan alam.
Bahan pakaian ini dibuat dengan teknologi modern dan memiliki manfaat lingkungan yang signifikan. Berikut ini adalah beberapa bahan pakaian bukan dari alam yang patut kamu ketahui.
Polyester
Kain polyester terbuat dari campuran Polyethylene Terephthalate (zat dalam plastik) dan Ester (serat Fiberpoly dari minyak bumi). Gabungan keduanya menghasilkan bahan kain yang tipis, kasar, namun tahan lama. Keawetan bahan ini terletak pada bahan dasarnya, yaitu zat plastik dan minyak bumi.
Kain polyester menjadi pilihan populer untuk kaos dan jaket karena memiliki kelebihan tidak mudah kusut, cepat kering, dan awet. Namun, kain polyester juga memiliki sifat panas dan kurang mampu menyerap keringat, sehingga kurang cocok sebagai bahan kaos.
Spandex
Bahan spandek adalah serat sintetis yang memiliki sifat elastis atau dapat meregang. Keunggulan bahan spandek adalah kemampuannya untuk meregang hingga lima kali lipat dari ukuran aslinya. Bahan spandek ini merupakan bahan sintetis 100% yang dirancang untuk menggantikan peran karet.
Kain spandek mudah diwarnai dan cocok dipadukan dengan berbagai jenis kain lainnya, sehingga dapat menghasilkan produk yang unik jika dicampurkan.
Viscose
Viscose adalah bahan campuran organik dan sintetis yang memiliki kualitas baik dan harga terjangkau. Bahan pembuatan kain viscose terdiri dari serat kayu yang dikombinasikan dengan serat selulosa organik sintetis, menghasilkan kain dengan tekstur lembut dan licin.
Serat viscose ini juga tahan terhadap kelembaban tinggi. Warna yang lebih lembut dari kapas membuat viscose sering digunakan sebagai bahan utama untuk kaos dan pakaian sehari-hari. Namun, kain viscose tidak boleh direndam terlalu lama dengan deterjen karena dapat merusak kainnya.
Nylon
Bahan pakaian nylon adalah sejenis serat sintetis yang terbuat dari polimer polyamide. Nylon memiliki kekuatan yang tinggi, elastisitas yang baik, dan tahan terhadap kerutan. Bahan ini juga memiliki ketahanan yang baik terhadap abrasi dan sering digunakan dalam produksi pakaian, khususnya dalam pembuatan stoking, legging, dan pakaian olahraga. Nylon juga memiliki sifat tahan terhadap kelembaban, sehingga cepat kering ketika terkena air.
PVC
Bahan kain yang umumnya digunakan dan memiliki permukaan yang lembut dan sedikit berkilau adalah serat sintetis. PVC atau Vinyl adalah serat resin sintetis yang terbentuk dari polimerisasi Vinyl Chloride atau Vinil Klorida. Meskipun tidak sering digunakan dalam pakaian retail atau fast fashion.
Salah satu ciri khas dari serat PVC adalah keawetan, ketahanan terhadap robek, tahan air, tahan terhadap sinar UV dan api, serta tahan terhadap jamur. Namun, kekurangannya adalah serat ini dapat menyusut ketika terkena air panas dan dapat menghasilkan listrik statis.
Itulah tadi beberapa bahan pakaian yang bukan berasal dari alam. Dari penjelasan di atas kamu bisa mengambil keputusan bahan kain mana yang akan kamu pilih untuk membuat bajumu. Jika kamu akan membuat baju atupun jaket kamu bisa komunikasikan dengan koveksi jaket atau baju yang kamu percaya.
Sekian artikel ini semoga bermanfaat dan sampai jumpa!
