Efisiensi Energi Arang Briket – Energi menjadi persoalan yang krusial di dunia. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbarukan. Salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah dengan memanfaatkan biomassa sebagai sumber energi alternatif.
Apa Itu Arang Briket?
Arang Briket merupakan sumber energi biomassa yang digunakan sebagai minyak bumi dan bahan bakar fosil. Banyak jenis Arang briket dapat dibuat dari bahan baku yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari seperti batok kelapa, sekam padi, serbuk kayu, bongkol jagung, daun-daunan, dll.
Pembuatan arang briket dilakukan dengan proses penekanan atau pemadatan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai kalor per satuan luas biomassa yang digunakan sebagai energi alternatif, oleh karena itu dengan ukuran biomassa yang relatif kecil akan dihasilkan energi yang cukup besar. Selain itu juga, bentuk biomassa menjadi lebih seragam sehingga memudahkan penyimpanan dan pendistribusian.
Arang Briket diartikan sebagai bahan bakar padat yang mengandung karbon, memiliki nilai kalor tinggi dan mampu terbakar dalam waktu lama. Arang Briket tidak serta merta dibuat hanya dari bahan baku seperti limbah pertanian dan kehutanan saja, namun membutuhkan bahan lain, yakni perekat.
Kelebihan Arang Briket Sebagai Sumber Energi Alternatif
- Energi Terbarukan: Berbeda dengan minyak bumi, arang briket dapat diperbaharui dalam waktu yang singkat. Artinya, briket adalah energi terbarukan yang bisa terus diperbaharui keberadaannya.
- Mengurangi Sampah: Briket dapat dibuat dari berbagai macam sampah atau limbah biomassa hasil pertanian, peternakan, kehutanan, dan juga perkebunan. Sehingga, pembuatan dan penggunaan briket dapat mengubah sampah menjadi sumber energi yang lebih berguna.
- Lebih Murah: Karena terbuat dari limbah biomassa, briket juga memiliki harga yang lebih murah daripada minyak bumi. Pembuatan briket juga tidak memerlukan penyulingan skala besar seperti yang dilakukan pada minyak bumi.
- Kandungan Kalori Tinggi: Arang briket memiliki kandungan kalori yang tinggi. Ini berarti bahwa arang briket dapat menghasilkan lebih banyak energi daripada bahan bakar lainnya.
- Panas yang Konsisten: Arang briket juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan panas yang konsisten.
- Ramah Lingkungan: Keunggulan briket antara lain lebih murah dan ekonomis, panas yang tinggi dan kontinu sehingga sangat baik untuk pembakaran yang lama, tidak beresiko meledak/terbakar seperti kompor minyak tanah atau kompor gas elpiji, bahan baku briket melimpah, ramah lingkungan karena diolah tanpa menggunakan bahan kimia dan aman bagi kesehatan karena pada saat digunakan abunya tidak berterbangan dan tidak berasap.
Arang Briket sebagai Energi Alternatif
Arang briket merupakan bahan bakar padat yang mengandung karbon, mempunyai nilai kalor yang tinggi dan dapat menyala dalam waktu yang lama. Bio-arang adalah arang yang diperoleh dengan membakar biomassa kering tanpa udara. Salah satu contoh pemanfaatan energi biomassa yang berasal dari produk aktivitas perkebunan kelapa ialah batang, sabut, dan tempurung yang merupakan bagian dari kelapa.
Arang briket memiliki beberapa kelebihan sebagai sumber energi alternatif. Pertama, arang briket dapat menghasilkan energi dengan efisien, sehingga biaya produksi dapat dikurangi secara signifikan. Kedua, arang briket juga memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko kebakaran.
Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas arang briket. Dengan penelitian dan pengembangan yang tepat, arang briket dapat menjadi solusi bagi masalah energi di masa depan.
Efisiensi Energi Arang Briket
Efisiensi energi arang briket dapat dilihat dari beberapa aspek:
- Penghasilan Energi: Arang briket dapat menghasilkan energi dengan efisien, sehingga biaya produksi dapat dikurangi secara signifikan.
- Pencegahan Kebakaran: Arang briket juga memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko kebakaran.
- Nilai Kalor: Dalam penelitian yang dilakukan oleh Yafet Bontong dari Universitas Kristen Indonesia Toraja, hasil uji nilai kalor rata-rata yang didapat ialah B1 sebesar 5341,66 cal/gram, B2 sebesar 4047 cal/gram, dan B3 sebesar 6010,66 cal/gram.
- Efisiensi Pembakaran: Hasil uji pembakaran pada tiga jenis briket yang berbeda menunjukkan bahwa B3 yang paling unggul dalam hal mendidihkan air sebanyak 6 (enam) kali dengan efisiensi pembakaran yang dihasilkan sebesar 58,92%.
Kesimpulan
Arang briket memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif. Dengan efisiensi energi yang tinggi dan dampak lingkungan yang rendah, arang briket dapat menjadi solusi bagi masalah energi di masa depan. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas arang briket.
