Arang Briket Jogja – Briket arang adalah balok atau batang padat yang terbuat dari bubuk batubara atau bahan baku organik lainnya, yang kemudian dikompres dan dicetak menjadi bentuk tertentu dengan menggunakan tekanan tinggi atau menggunakan bahan perekat. Briket sering digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk berbagai kebutuhan. Artikel ini berisi pengertian briket arang, proses pembuatan briket arang, dan kegunaan briket arang batok kelapa

Pengertian Briket Arang

Briket adalah bahan bakar untuk membuat dan memelihara bara api. Jenis briket yang paling umum adalah briket batubara, briket gambut, briket arang, dan briket biomassa.

Briket biomassa sering digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Mendengar kata “briket”, teman-teman mungkin mengenal batu bara sebagai bahan baku pembuatannya.

Namun seiring berjalannya waktu, briket juga dapat dibuat dari bahan lain seperti sekam padi, bambu, kulit kacang tanah, serbuk gergaji, batok kelapa bahkan sampah.

Proses Pembuatan Briket Arang Kelapa

Hanya dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedi disekitar kita, langkah membuat kue kelapa tidaklah sulit dan tergolong cepat. Jika Anda tertarik, simak caranya melalui poin penjelasan berikut ini.

1. Alat dan Bahan

Siapkan alat dan bahan untuk membuat briket kelapa. Alat dan bahan dibersihkan secara mekanis yaitu batok kelapa, air, serbuk gergaji, kanji dan tabung paralon bila diperlukan. Maka teman-teman dapat segera mengambil langkah selanjutnya untuk mencapai hal tersebut.

2. Pembuatan Bahan Dasar

Bakar serbuk gergaji dan batok kelapa hingga hangus. Giling hingga halus, lalu saring hasilnya dengan ukuran 50 mesh dan 70 mesh. Barang ini dimaksudkan untuk menghasilkan serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang halus dan kenyal.

3. Buat Adonan

Prose pembuaan briket arang kelapa selanjutnya adalah dengan membuat adonan dari tepung kanji. Langkah ini tidak sulit, cukup masukkan tepung kanji ke dalam kotak seperti mangkuk. Tuang air ke dalam mangkuk, lalu aduk tepung kanji hingga tercampur dengan air.

4. Proses Pencampuran

Selanjutnya campurkan bubuk tempurung kelapa dengan campuran tepung kanji. Serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang sudah disaring dicampur dengan perbandingan 1: 9. Selama proses pencampuran, tambahkan 2,5% lem kanji ke seluruh campuran serbuk gergaji dan kelapa.

5. Proses Pencetakan

Bentuk bola-bola kecil dengan campuran tepung. Jika teman-teman ingin menggunakan cara lain, kalian bisa memasukkan adonan ke dalam pipa. Cetak menjadi bentuk yang diinginkan dengan tangan Anda sendiri atau gunakan alat cetakan.

6. Proses Pengeringan

Setelah dicetak, keringkan briket di luar ruangan atau di bawah sinar matahari terik agar cepat kering. Setelah kering, masukkan briket ke dalam kotak penyimpanan sebelum digunakan atau bahkan dijual. Ini adalah proses pembuatan briket arang yang mudah dan cepat.

Kegunaan Briket Kelapa

1. Energi terbarukan
Artinya briket kelapa bisa berasal langsung dari sumber daya alam. Briket kelapa juga merupakan biomassa, karena mengacu pada bahan biologis yang sebelumnya merupakan organisme hidup.

2. Suhu maksimum
Berbeda dengan arang, briket kelapa populer karena mampu memanaskan hingga 7.000 kal. Jadi, briket ini tidak hanya tinggi kalori, tapi juga memberikan manfaat memudahkan proses memasak hingga matang sempurna.

3. Tidak banyak asap
Meskipun arang menghasilkan banyak asap, briket kelapa tidak mengeluarkan asap. Bahkan saat terbakar, sangat sedikit asap yang keluar. Tidak akan mengganggu pernapasan atau mencemari udara di sekitar Sahabat Mediatani.

Kekurangan Briket Arang

Meskipun briket arang memiliki banyak kelebihan, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, briket arang juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa kekurangan briket:

Emisi gas yang beracun
Meskipun briket menghasilkan lebih sedikit emisi dibandingkan batu bara mentah, briket tetap menghasilkan gas berbahaya seperti karbon monoksida dan dioksin saat dibakar. Penggunaan di ruangan yang berventilasi buruk mungkin berbahaya bagi kesehatan manusia.

Penggunaan bahan pengikat
Proses pembuatan briket menggunakan bahan pengikat seperti tepung tapioka atau kanji. Penggunaan bahan pengikat tersebut, apalagi jika tidak ditangani dengan baik, dapat mempengaruhi kualitas dan keamanan briket.

Bahan yang terbatas
Briket bergantung pada pasokan bubuk arang atau limbah kayu sebagai bahan bakunya. Keterbatasan pasokan bahan baku dapat membatasi produksi dan menyebabkan fluktuasi harga.

Kualitas panas yang terbatas
Meskipun briket memiliki efisiensi termal yang tinggi, dibandingkan batubara, panas yang dihasilkan mungkin sedikit lebih rendah. Hal ini dapat mempengaruhi kecepatan dan kualitas pemasakan, terutama pada aplikasi yang memerlukan suhu sangat tinggi.