Artikel ini bertujuan, untuk memberikan informasi tentang cara membuat pupuk organik cair dari limbah dapur dan manfaatnya bagi tanaman.

Memberikan gambaran umum tentang apa itu pupuk organik cair, yaitu pupuk yang tersedia dalam bentuk cair yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi bahan-bahan organik sehingga menghasilkan larutan dari hasil pembusukan bahan organik tersebut

Limbah dapur adalah sisa-sisa makanan atau bahan masakan yang biasanya dibuang atau dimusnahkan. Padahal, limbah dapur dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat pupuk organik cair.

Hal ini bisa anda dapati di website rumah mesin dengan adanya alat pembuat pupuk itu tentu akan mempermudah dalam pekerjaan anda.

Apa Itu Pupuk Organik Cair?

Pupuk organik cair adalah pupuk yang berbentuk cairan, yang mengandung unsur hara dan bahan organik yang bermanfaat bagi tanaman. pupuk organik ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  • Murah dan mudah dibuat, karena bahan bakunya tersedia di sekitar kita.
  • Ramah lingkungan, karena mengurangi jumlah sampah dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
  • Efektif dan efisien, karena dapat diserap dengan cepat oleh tanaman dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman.

Namun, untuk membuat pupuk jenis ini, diperlukan beberapa langkah dan perhatian, yaitu :

Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Dapur

Alat dan Bahan

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik dari limbah dapur adalah:

  1. Limbah dapur, seperti kulit buah, sayuran, biji, ampas, dan lain-lain. Limbah dapur sebaiknya dipilih yang segar, tidak berbau, dan tidak berjamur.
  2. Air, sebaiknya air bersih dan tidak mengandung klorin.
  3. EM4 (Effective Microorganism 4), yaitu mikroorganisme yang bermanfaat untuk mempercepat proses fermentasi. EM4 dapat dibeli di toko pertanian atau dibuat sendiri.
  4. Gula pasir, sebagai sumber karbon dan energi bagi mikroorganisme.
  5. Molase, sebagai pengganti gula pasir jika tersedia.
  6. Jerami, sebagai bahan penyangga dan penambah volume.

Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik cair dari limbah dapur adalah:

  • Wadah, seperti ember, drum, botol, atau jerigen. Wadah sebaiknya berwarna gelap atau ditutup dengan kain hitam, agar cahaya tidak masuk dan mengganggu proses fermentasi.
  • Penutup, seperti tutup botol, karet gelang, atau kain. Penutup digunakan untuk menutup rapat wadah, agar gas yang dihasilkan tidak keluar dan udara tidak masuk.
  • Pisau, gunting, atau blender, untuk memotong atau menghaluskan limbah dapur.
  • Timbangan, gelas ukur, atau sendok, untuk mengukur takaran bahan-bahan.
  • Saringan, kain, atau kertas saring, untuk menyaring pupuk organik cair yang sudah jadi

Langkah-langkah Pembuatan Pupuk Organik Cair

Berikut langkah-langkah pembuatan nya, seperti :

  1. Potong-potong limbah dapur menjadi ukuran kecil-kecil
  2. Larutkan gula pasir atau gula tebu ke dalam air bersih, kemudian tambahkan EM4 atau MOL, aduk hingga merata, dan diamkan selama 20 menit
  3. Masukkan limbah dapur ke dalam kantong plastik yang telah dilubangi, kemudian masukkan kantong plastik tersebut ke dalam wadah besar yang telah berisi air gula dan EM4 atau MOL
  4. Tutup wadah dengan rapat dan simpan di tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 3 minggu
  5. Buka wadah dan angkat kantong plastik, tiriskan airnya, dan saring airnya untuk mendapatkan pupuk organik cair
  6. Gunakan pupuk organik cair yang telah disaring dengan cara mengencerkannya dengan air bersih sesuai dengan dosis yang diinginkan

Tips dan trik untuk membuat pupuk organik cair berasal dari sampah dapur yang berkualitas, seperti memilih limbah dapur yang masih segar, tidak berbau busuk, dan tidak mengandung bahan kimia, serta menyimpan wadah di tempat yang memiliki suhu dan kelembaban yang sesuai

Manfaat Pupuk Organik Cair dari Limbah Dapur

Beberapa manfaat yang di dapatkan jika anda menggunakan jenis pupuk ini memberikan manfaat bagi tanaman, seperti:

    1. Menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan unsur hara lainnya
    2. Meningkatkan kandungan bahan organik, hara, dan mikroorganisme tanah, serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah
    3. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit, serta meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen
    4. Mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia

Contoh-contoh hasil penelitian yang membuktikan manfaat pupuk organik jenis ini, misalnya dari Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara atau Jurnal Agrista Universitas Lampung