Teknik fotografi makro adalah pengambilan foto dengan jarak yang sangat dekat dari objek yang akan difoto, untuk menghasilkan gambar yang lebih detail.

Fotografi makro biasanya memiliki rasio 1:1 yaitu ukuran gambar yang dihasilkan sama dengan ukuran benda aslinya.

Secara umum teknik fotografi makro melibatkan subjek foto berupa binatang-binatang kecil, seperti serangga, lalat, lebah, kupu-kupu, semut dan benda-benda kecil lainnya untuk menemukan detail dan tekstur yang tidak terlihat jelas dengan mata telanjang.

Namun jika Anda mengambil foto makro, tekstur benda-benda tersebut akan menampilkan lebih banyak detail di foto.

5 Teknik Fotografi Makro

Berikut beberapa teknik fotografi makro untuk Anda.

1. Pilih Lensa Terbaik

Panjang fokus lensa makro biasanya antara 50mm dan 200mm.

Meskipun sebagian besar lensa zoom memiliki pengaturan makro, kemampuan untuk memperbesar gambar biasanya hanya setengah ukuran lensa makro sebenarnya, dan rasionya dimulai dari 1:1 dan tidak kurang.

Lensa 50-60mm cocok untuk fungsi makro biasa, namun jika ingin subjek lebih tajam sebaiknya gunakan lensa 100mm, namun harganya lebih mahal.

Untuk objek seperti kupu-kupu dan capung, pemilihan lensa jenis ini sangat cocok, karena panjang fokus yang Anda miliki juga perlu lebih fokus.

Lensa dengan rentang fokus 150-200mm adalah yang paling mahal, namun Anda akan mendapatkan gambar yang lebih tajam saat memotret subjek yang sedang terbang, misalnya kupu-kupu.

Fotografi makro lensa terbaik untuk fotografi makro adalah antara 50 dan 200mm (atau lebih lebar) untuk gambar yang lebih tajam

2. Gunakan Tabung Ekstensi Untuk Mendekatkan Jarak Fokus Lensa

Tabung ekstensi yang terletak di antara bagian belakang lensa dan badan kamera membantu lensa fokus lebih baik dan menghasilkan gambar subjek kecil yang lebih jelas.

Misalnya, Anda dapat memotret bunga besar yang dipenuhi kumbang menggunakan lensa pembesar 18mm hingga 200mm dan tabung ekstensi tambahan 20mm.

Cara ini juga lebih murah dibandingkan membeli lensa makro yang kurang cocok untuk penggunaan di luar ruangan. Selain itu, dengan tabung ekstensi yang tepat, Anda dapat mengambil foto subjek yang lebih tajam dengan jarak fokus yang lebih dekat.

Tambahkan lebih banyak tabung ekstensi ke kamera Anda sehingga Anda dapat mengambil foto makro tanpa batas.

3. Gunakan Fitur Dioptrik Kamera Anda Untuk Mendapatkan Fokus Lensa

Filter close-up adalah elemen lensa tunggal yang terlihat seperti kaca pembesar pada kamera Anda. Filter ini terletak di elemen depan dan memberikan alternatif yang lebih sederhana untuk menjalankan fungsi lensa makro yang disebut Pukka.

Lensa ini memiliki berbagai keunggulan yang terdapat pada dioptri. Filter close-up dapat diatur ke +1+2 atau +4 dengan pembesaran diopter.

Diopter juga tersedia dalam sistem filtrasi Cokin Style Square. Gunakan fitur diopter pada kamera DSLR atau mirrorless Anda untuk close-up yang realistis.

4. Eksplorasi Aperture Dalam Mengontrol Depth Of Field

Untuk mendapatkan depth of field yang paling sesuai, gunakan aperture yang lebih kecil, sekitar f/16 atau f/22. Anda akan mendapatkan ukuran setengah dari depth of field yang dapat anda raih saat menggunakan aperture f/22, yang berukuran sekitar 15mm adalah terbaik.

Cara terbaik lainnya yang dapat anda gunakan untuk foto yang lebih tajam yaitu dengan menggunakan aperture penuh sekitar f/2.8 atau f/4.

Satu kelebihan dari pilihan terakhir tersebut yaitu, segala sesuatu yang tidak fokus dalam gambar akan nampak seperti gelembung-gelembung lingkaran yang kelihatan sangat menakjubkan.

5. Kombinasikan Cahaya Flash Dengan Light Ambient

Dengan subjek anda yang kian beragam, akan menjadi sangat menyenangkan jika anda menambahkan kombinasi cahaya selain flash, agar foto anda menjadi semakin hidup.

Misalnya, Anda dapat mengambil foto gabungan dua daun lalu melihat kedua foto tersebut dalam cahaya alami. Namun hanya di bagian bawah gambar