Cara Memilih Mesin Parut Kelapa

Aneka Makananan Dari Kelapa, Dijamin Lezat. WAJIB DICOBA

Mendengar kata kelapa muda, hal pertama yang biasanya terbayang adalah kesegaran airnya, bukan? Kelapa muda memang identik dengan minuman yang menyegarkan dan daging buahnya yang lembut, apalagi jika dinikmati saat cuaca sedang panas.

kelapa juga memiliki banyak sekali olahan, mulai dari olahan bumbu dapur seperti dijadikan minyak goreng dari kelapa, tepung dari kelapa,arang batok kelapa dan masih banyak lagi. selain itu kelapa juga bisa digunakan untuk membuat bahan makanan tradisional dari kelapa.

 sebenarnya kelapa muda tidak hanya enak diminum langsung buah yang satu ini juga bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat.berikut kita simak ide olahan makanan dari kelapa yang pastuinya enak dan berkasiat.

3 Aneka Resep Jajanan Dari Kelapa

Kelapa kaya akan berbagai nutrisi penting bagi tubuh, seperti vitamin E, antioksidan, asam lemak yang bersifat antivirus dan antijamur, vitamin C, zinc, magnesium, kalium, dan banyak lagi. Selain pohonnya yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, buah kelapa juga dapat diolah menjadi aneka hidangan lezat.

Banyak sekali olahan dari kelapa mulai dari minuman seperti, es kelapa muda, es campur, wedang ronde dan masih banyak lagi. makanan dari olahan kelapa juga beragam mulai dari wingko babat, klepon kue rangin dan masih banyak lagi. makanan berat olahan kelapa juga banyak yaitu srundeng, sayur ungkep dari parutan kelapa, rendang dan masih banyak lagi.

Jika Anda mulai bosan hanya menikmati air kelapa saja, yuk simak penjelasan berikut untuk mengetahui berbagai makanan yang bisa dibuat dari kelapa yaitu:

1. Wingko Babat

Wingko babat asal jawa timur

Wingko, atau yang kerap disebut wingko babat, merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Kue ini dibuat dari campuran kelapa muda, tepung beras ketan, dan gula. Wingko sangat populer di kawasan pantai utara Pulau Jawa dan sering kita jumpai di stasiun kereta, terminal bus, hingga toko oleh-oleh.

Biasanya, wingko berbentuk bundar dan disajikan dalam keadaan hangat, kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Wingko bisa dijual dalam ukuran besar maupun dalam bentuk kue kecil yang dibungkus kertas. Perpaduan manisnya gula dan gurihnya kelapa membuat cita rasa wingko begitu digemari.

Wingko yang paling terkenal berasal dari Semarang, sehingga banyak orang mengira makanan ini asli dari kota tersebut. Padahal, wingko babat sebenarnya berasal dari Babat, sebuah kecamatan di Lamongan, Jawa Timur, yang merupakan titik pertemuan wilayah Bojonegoro, Jombang, dan Tuban.

Bahan-Bahan Untuk Membuat Wingko

  • 150-gram tepung ketan
  • 125-gram gula pasir
  • 350-gram kelapa agak muda, diparut
  • 180 ml santan
  • ½ sdt garam

Cara Membuat Wingko

  1. Campurkan semua bahan tepung ketan, gula pasir, kelapa parut, santan, dan garam ke dalam satu wadah.
  2. Aduk dan remas perlahan hingga gula larut dan adonan tercampur merata.
  3. Ambil satu sendok makan adonan, kemudian bentuk menjadi bulat pipih.
  4. Panaskan teflon anti lengket di atas api kecil.
  5. Susun adonan di atas teflon dan panggang perlahan hingga kedua sisi berwarna kecokelatan.
  6. Angkat dan sajikan selagi hangat.

2. Klepon

kelpon asal sulawesi tenggara

Klepon, yang di beberapa daerah luar Jawa juga disebut onde-onde, merupakan kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan yang dibentuk bulat, diisi gula merah, lalu digulingkan pada kelapa parut hingga menempel.

Nama untuk klepon berbeda-beda di luar Jawa. Di Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Sumatra Barat, klepon dikenal dengan sebutan “onde-onde”. Sementara itu, onde-onde yang dilapisi wijen dan berisi kacang hijau, seperti yang dikenal masyarakat Jawa, tidak umum ditemukan di wilayah tersebut.

Di Sambas, Kalimantan Barat, klepon disebut kelapon pancit, sedangkan masyarakat Banjar menyebutnya kalalapun atau kelelepon. Di Lombok, klepon dikenal sebagai kelepon kecerit; istilah “kecerit” merujuk pada sensasi “muncrat” ketika gula merah cair pecah di dalam mulut. Bentuk klepon khas Lombok juga berbeda, yaitu lonjong, tidak bulat seperti pada umumnya.

Bahan-Bahan Untuk Membuat Klepon

  •  Tepung ketan 250 gram

  • Tepung beras 50 gram

  • Air mineral 1350 ml

  • Daun pandan secukupnya

  • Garam 1 sdt

  • Kelapa parut dari daging buah kelapa, kemudian dikukus

  • Gula merah secukupnya, disisir halus

  • Gula pasir 3 sdm

Cara Membuat Klepon

  1. Siapkan wadah bersih untuk menguleni adonan.

  2. Blender daun pandan yang sudah dicuci dengan 200 ml air untuk membuat pewarna alami, lalu sisihkan.

  3. Masukkan tepung ketan, tepung beras, dan garam ke dalam wadah, kemudian aduk hingga tercampur merata.

  4. Tambahkan air mineral 150 ml bertahap sambil diaduk. Jika adonan sudah cukup kental, tidak perlu menambah air lagi.

  5. Aduk hingga adonan mencapai tekstur yang pas untuk dibentuk dan diisi gula merah.

  6. Ambil sedikit adonan, pipihkan, lalu beri isian gula merah yang sudah disisir. Jangan terlalu banyak agar tidak meluber saat direbus.

  7. Bentuk adonan menjadi bola-bola.

  8. Ulangi langkah 7 dan 8 hingga adonan habis.

  9. Rebus 1 liter air hingga mendidih.

  10. Masukan bola-bola ke air yang sudah panas, tunggu sampai klepon naik

  11. Angkat dan tiriskan klepon yang sudah mengapung.

  12. Gulingkan atau taburi klepon dengan parutan kelapa.

  13. Klepon siap disajikan dan lebih nikmat disantap selagi hangat.

3. Kue Rangin

Kue rangin asal betawi

Kue Rangin, yang di beberapa daerah dikenal sebagai Kue Pancong, merupakan salah satu jajanan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kuliner Indonesia. Jajanan ini biasanya dapat ditemukan di pasar tradisional atau dijual oleh pedagang kaki lima.

Kue Rangin berasal dari Betawi, Jakarta, meskipun variasinya juga banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sejak masa kolonial Belanda, kue ini sudah menjadi camilan favorit masyarakat Betawi. Kue Rangin dibuat dari campuran kelapa parut, tepung beras, dan santan, kemudian dipanggang hingga bagian luarnya kering namun tetap lembut di dalam.

Seiring waktu, resep Kue Rangin mengalami sedikit variasi di setiap daerah. Di Jakarta, rasanya cenderung lebih manis dan biasanya diberi taburan gula di atasnya. Sementara itu, di Jawa Timur terutama di Surabaya kue ini memiliki cita rasa yang lebih gurih karena penggunaan kelapa yang lebih banyak.

Bahan-Bahan Untuk Membuat Kue Rangin

  • 200 gram tepung beras

  • 250 gram kelapa parut (kelapa setengah tua)

  • 300 ml santan kental

  • 100 gram gula pasir (dapat disesuaikan dengan selera)

  • 1/2 sendok teh garam

  • 1/2 sendok teh vanili bubuk

  • 1 sdm tepung tapioka

Cara Membuat Kue Rangin

  1. Campurkan semua bahan-bahan dalamsatu tempat. Aduk hingga rata.

  2. Tambahkan Santan: Tuang santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai semua bahan tercampur merata dan adonan menjadi agak kental.

  3. Panaskan Cetakan: Panaskan cetakan kue rangin di atas api sedang, lalu olesi dengan sedikit minyak agar adonan tidak lengket.

  4. Panggang Kue: Tuang adonan ke dalam cetakan dan panggang hingga bagian bawah kue kering serta berwarna kecokelatan. Tutup cetakan agar bagian atas ikut matang.

  5. santap kue rangin selagi masih hangat dengan gula pasir

 

2 Resep Masakan Lauk Dari Kelapa

Kelapa adalah pohon yang hampir seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan, mulai dari akar hingga daunnya. Buah kelapa pun dapat diolah menjadi berbagai makanan yang menarik dan tentu saja lezat. Dalam artikel ini, saya akan membagikan beberapa resep olahan kelapa muda parut.

Ada banyak jenis olahan kelapa muda parut yang dapat dibuat di rumah dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Selain praktis, aneka olahan ini juga memiliki rasa yang enak dan bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Selain untuk konsumsi pribadi bersama keluarga, olahan kelapa muda parut juga berpotensi dijual, karena modal pembuatannya relatif terjangkau dan peluang keuntungannya untuk menjualkan produk kelapa sangat amat baik. 3 Masakan lauk dari kelapa yaitu:

1. Serundeng

Serundeng asal dari jawa timur

Serundeng berasal dari bahasa Jawa srundeng, yang merujuk pada parutan kelapa yang digoreng hingga kering. Istilah ini diyakini muncul dari kebiasaan masyarakat Jawa yang sering menaburkan serundeng di atas berbagai hidangan, seperti ketupat.

Di Surakarta, serundeng biasanya menjadi pelengkap nasi langgi, sementara di Jawa Timur serundeng sering diolah menjadi dendeng serundeng atau digunakan sebagai pendamping nasi krawu khas Gresik. Kombinasi rasa gurih dan aromanya yang khas membuat serundeng menjadi elemen penting dalam berbagai hidangan Jawa.

Selain itu, serundeng juga kerap disajikan bersama irisan daging sapi goreng yang dikenal sebagai serundeng daging. Tidak hanya untuk lauk, serundeng sering ditaburkan di atas soto, ketan, hingga burasa, makanan khas Makassar, untuk menambah cita rasa gurih dan kaya rempah pada setiap sajian.

 

Similar Posts