Select Page

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang cara membuat tepung kelapa yang baik dan benar sesuai dengan panduan yang telah teruji, dan berikut inilah penjelasan-nya.

Tepung kelapa adalah tepung yang dibuat dari parutan daging kelapa dan di giling sampai halus. Tepung dari kelapa ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk pengganti tepung gandum bebas gula yang kaya akan protein.

Dan cara membuat tepung kelapa inipun bisa dilakukan di rumah kalian sendiri, karena tepung ini bisa dibilang sangat sederhana dalam pembuatan-nya dan dengan alat-alat sederhana pun bisa menghasilkan tepung kelapa dengan kualitas baik, jika memang kalian tidak mempunyai alat-alat canggih seperti mesin yang dimilki oleh kebanyakan perusahaan.

Dan berikut inilah cara membuat tepung kelapa yang baik dan benar.

Cara Membuat Tepung Kelapa

Untuk cara membuat tepung kelapa ada beberapa step by step-nya yang bisa kalian lakukan, silahkan simak ulasan-nya di bawah ini:

Dan tepung kelapa ini dapat kita jadikan sebagai bahan baku untuk biskuit kelapa, untuk cara membuat biskuit kelapa sudah di bahas pada artikel sebelumnya.

Pertama kelapa dikupas dari sabut dan tempurung-nya kemudian dicungkil.

Kedua kulit ari kelapa yang berwarna coklat kemudian dibersihkan, tujuan-nya adalah menghasilkan daging buah yang putih bersih.

Tujuan dari menghiangkan kulit ari tersebut adalah untuk menghindari ketengikan pada kelapa. Kemudian cuci sampai bersih.

Ketiga lakukan proses blanching (Pasteurisasi) dengan menggunakan uap panas bersuhu 90 C selama 5 menit. Blanching adalah suatu cara pemanasan tipe pasteurisasi yang dilakukan pada suhu kurang dari 100°C selama beberapa menit, dengan menggunakan air panas atau uap.

Proses blanching sudah termasuk ke dalam proses termal dan umumnya membutuhkan suhu berkisar 75 – 95°C selama 10 menit.

Tujuan utama dari proses blanching adalah untuk menonaktifkan enzim dalam bahan pangan, diantaranya adalah enzim peroksidase dan katalase. Kedua jenis enzim ini paling tahan terhadap panas.

Tapi bukanlah hanya enzim-nya yang menjadi nonaktif, sebagian dari mikroba yang ada dalam bahan pangan tersebut pun ikut mati. Blanching pada umumnya dilakukan untuk sayur-sayuran dan buah-buahan yang akan dikalengkan atau dikeringkan.

Selain tujuan-nya untuk menonaktifkan enzim, ada beberapa tujuan penting blanching lain-nya yang harus kalian ketahui, berikut ini adalah ulasan-nya.

Tujuan Proses Blanching

  • Membersihkan bahan baku dari kotoran dan mengurangi jumlah mikroba dalam bahan baku tersebut.
  • Menghilangkan gas-gas dari dalam bahan baku, sehingga mengurangi terjadi-nya pengkaratan kaleng dan memperoleh keadaan vakum yang baik dalam “headspace” kaleng.
  • Melunakkan bahan baku agar mudah pada saat pengisian bahan ke dalam wadah.
  • Menghilangkan bau dan rasa yang tidak sedap atau tidak di inginkan.
  • Menghilangkan lendir pada beberapa jenis sayur-sayuran.

Memperbaiki warna produk atau memaksimalkan warna hijau sayur-sayuran.

Setiap jenis bahan pangan pasti memiliki waktu proses blanching yang berbeda-beda untuk inaktivasi enzim. Perbedaan tersebut tergantung pada jenis bahan, ukuran bahan,metode blanching yang digunakan, dan suhu media pemanas yang digunakan.

Pada tabel dibawah ini dapat kita lihat lama waktu blanching dari beberapa jenis bahan pangan.

Tabel Waktu Blanching

Sayuran (dalam air suhu 100oC) Waktu blanching (menit)
Brokoli 2-3
Jagung 2-3
Bayam 12
Beet ukuran kecil, utuh 3-5
Beet dipotong dadu 3

Untuk idealnya, lama waktu yang diperlukan untuk proses blanching harus pas, tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat.

Tahap blanching yang terlalu berlebihan dapat mengakibatkan produk atau bahan baku warna-nya berubah, kehilangan flavor, nutrisi-nutrisi penting yang terkandung didalam-nya hilang, dan bahan baku tersebut akan matang, karena komponen-komponen tersebut bisa saja rusak dan terlarut pada saat dilakukan proses pemanasan, dan biasa-nya yaitu dengan di rendam air panas dan di steam.

Contoh-nya pengaplikasi blanching pada saat memasak sayur-mayur adalah sayur yang sudah dibersihkan dimasukkan ke dalam air yang mendidih, direbus sampai berubah warna menjadi warna yang diinginkan lalu diangkat dan langsung dicelupkan ke dalam air dingin, biasa-nya air es.

Sayuran yang baru direbus biasa-nya langsung dicelupkan ke dalam air yang dingin tujuan-nya untuk menghentikan proses pematangan, karena dalam keadaan panas, proses pematangan sayur masih tetap berlangsung.

Nah sekarang mari kita kembali lagi pada pembahasan cara membuat tepung kelapa, yang ke empat Masuk proses perendaman dalam larutan NaHSO3 1000 ppm selama 10 menit, berfungsi untuk mencegah mencegah pertumbuhan mikroba, munculnya warna coklat, dan untuk melarutkan gula yang ada dalam permukaan daging buah yang berasal dari air kelapa, langkah selanjutnya adalah tiriskan.

Selanjaut-nya masuk pada proses kelima yaitu parut daging buah kelapa yang akan di jadikan tepung.

Proses yang ke enam yaitu keringkan dengan suhu 50-60 C selama 6 -10 jam sampai mencapai kadar air 3%. Tahap terakhir yaitu Keluarkan Tepung kelapa yang sudah kering dan angin-anginkan kamudian Tepung kelapa siap dibungkus dalam wadah yang kedap air dan udara.

Pastinya kalian juga harus mengetahui manfaat-nya, simak pejelasan-nya di bawah ini.

Manfaat Tepung Kelapa Yang Harus Di Ketahui

1. Dapat Mengendalikan Gula Darah

cara membuat tepung kelapa

Tepung kelapa memiliki serat yang tinggi, tepung ini dapat mengontrol gula darah kalian. Sesuai dengan penelitian British Journal of Nutrition pada tahun 2003 menemukan sebuah riset bahwa mengganti tepung terigu dengan tepung yang dibuat dari kelapa ini dapat menurunkan indeks glikemik (ukuran dampak makanan terhadap gula darah).

Kalian yang takut diabetes atau memang sudah mengidap diabetes bisa mengganti tepung terigu dengan tepung kelapa untuk mengontrol gula darah kalian.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Inovatif Food Science & Emerging Technologies juga telah mengonfirmasi temuan ini.

2. Menurunkan Berat Badan

cara membuat tepung kelapa

Makanan yang menggunkan tepung kelapa memiliki serat yang dapat membantu mengendalikan kadar glukosa sehingga memungkinkan untuk membantu mengontrol gula darah kalian.

Makanan serat tinggi juga dipercaya dapat menjaga perut kenyang lebih lama sehingga dengan mengonsumsi tepung kelapa dapat membantu mengontrol nafsu makan dan berat badan kalian.

Tepung kelapa ini juga memiliki kandungan tinggi protein, rendah lemak, dan mengandung asam laurat yang sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh dan kulit.

Dan tepung yang dihasilkan dari ampas kelapa ini juga memiliki kandungan mangan yang membantu dalam penyerapan mineral penting.

Makanan atau minuman yang mengandung kelapa pasti baik untuk menjaga berat badan, atau untuk berdiet contohnya seperti Es Campur Santan, bubur kacang ijo, sayur santan dan lain-lain.

3. Membantu Metabolisme

cara membuat tepung kelapa

Selain mempunyai kandungan tinggi serat dan protein, tepung kelapa ini juga memiliki nilai gizi yang sangat tinggi.

Sama hal nya dengan hidangan lele mangut yang merupakan sumber protein lengkap yang baik untuk pertumbuhan masa otot.

Perlu kalian ketahui bahwa salah satu gizi yang tinggi di dalam tepung kelapa adalah tingginya kandungan lemak jenuh yang sehat dalam bentuk asam lemak rantai sedang (MCFA).

Lemak jenuh yang terkandung dalam bentuk asam lemak rantai sedang ini digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi dan membantu proses metabolisme yang sehat, serta kadar gula darah yang seimbang.

4. Membantu Kesehatan Pencernan

cara membuat tepung kelapa

Tepung kelapa ini memiliki tekstur yang mirip dengan tepung terigu, dan dapat membantu Kalian untuk memiliki pencernaan yang sehat karena tepung ini memiliki kepadatan nutrisi yang sangat tinggi.

Menurut penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tepung kelapa dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida pada orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

Sedangkan tinggi-nya nilai serat makanan yang larut ataupun tidak larut dalam tepung kelapa dapat membantu menyehatkan usus kalian.

Jika kalian masih merasa kurang dari wawasan di atas maka kalian harus membaca penelitian ilmiah-nya dibawah ini.

Penelitian Ilmiah Tepung Kelapa

Tepung kelapa merupakan bahan makanan dari daging buah kelapa yang diawetkan dan dikurangi kadar lemaknya dibawah kondisi udara sejuk.

Dalam pembuatan tepung kelapa digunakan buah kelapa yang tua berumur 11 bulan, berdaging buah tebal, sehingga menghasilkan rendemen yang tinggi dan cita rasa (flavor) yang enak.

Kelapa muda meliliki daging buah yang tipis dan menghasilkan tepung yang mempunyai rendemen dan mutu yang rendah.

Proses seasoning dengan membiarkan buah kelapa selama 3-4 minggu sering dilakukan untuk meningkatkan ketebalan daging buah, menurunkan kadar air dan memudahkan pelepasan daging buah dari tempurung kelapa.

Kelapa tua dan bertunas tidak baik digunakan untuk pembuatan tepung kelapa karena akan menghasilkan warna yang gelap (Grimwood, 1975). C.

Dan pasti-nya ada faktor yang mempengaruhi kualitas tepung kelapa, dan berikut ini adalah faktor-faktor-nya.

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pembuatan Tepung Kelapa

Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembuatan tepung kelapa adalah blanching dan pengeringan. Yang berguna untuk menghentikan aktifitas enzim penyebab kerusakan dan mencegah pertumbuhan mikrobia.

Aktifitas enzim lipase mulai meningkat setelah mengalami kehancuran yang akhirnya bisa mempengaruhi dan bias mengakibatkan terjadinya proses hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Dengan proses hidrolisis ini dapat menyebabkan naiknya asam lemak bebas. Dan terbentuk-nya asam lemak bebas diakibatkan karena terdapat hidrolisis lemak yang terjadi secara enzimatis.

Dalam hal ini yang aktif adalah enzim lipase. Hidrolisis ini juga dipercepat karena terdapat air yang kontak langsung dengan minyak atau lemak.

Demikian pun proses pengeringan adalah proses pemanasan yang ditujukan untuk mengurangi kadar air bahan sampai batas tertentu hingga pertumbuhan mikrobia dan kegiatan enzim penyebab kerusakan pada bahan makanan tersebut dapat terhenti.

Cepat lambat-nya proses hidrolisa dipengaruhi oleh kadar air dari bahan baku. Apabila kadar air-nya semakin cepat proses hidrolisa berlangsung, dengan demikian semakin besar pula asam lemak bebas yang terbentuk (Hardley, 1977).

Pembuatan tepung kelapa menggunakan proses blancing dengan perlakuan uap air dan air mendidih. Proses pengeringan bertujuan untuk mengurangi kandungan kadar air yang terdapat pada tepung.

Pengeringan menggunakan proses penyangraian bertujuan agar terbentuk aroma dan rasa khas kelapa, selain itu menyebabkan reaksi browning sehingga tepung berwarna coklat (Winarto, 2008). D.

Tahap-tahap Dalam Pembuatan Tepung Kelapa Menurut Anonim (2008)

Berikut ini adalah tahap-tahap proses pembuatan tepung kelapa menurut Anonim (2008), adalah meliputi pembuangan sabut dan tempurug kelapa, pembuangan testa dan pencucian, blanching, pemarutan, pengeringan, pengukusan, pengepresan, pengeringan kembali seterusnya dilakukan penggilingan. Penjelasan beberapa tahap sebagai berikut:

  1. Pembuangan sabut dan tempurung kelapa. Buanglah sabut dan tempurung kelapa menggunakan pisau atau dengan alat-alat lain yang penting kelapa-nya bersih dari sabut dan tempurung-nya.
  2. Testa yang berwarna cokelat ini harus dihilangkan dari daging buah kelapa untuk mendapatkan warna putih yang bersih. Selain itu testa perlu dihilangkan karena kandungan asam lemak tidak jenuhnya tinggi sehingga mudah teroksidasi dan menyebabkan kerusakan minyak/lemak. Bersihkan testa dengan menggunakan pisau khusus, perlakuan cara menghilangkan testa ini dinamakan proses paring. Testa yang didapat biasanya dikeringkan untuk selajutnya digiling yang akan menghasilkan minyak testa (paring oil) yang bermutu rendah dan banyak digunakan untuk membuat sabun.
  3. Belah dan cucilah buah kelapa dengan pisau. Buang air kelapa-nya dan daging buah kelapa cucilah dengan air yang bersih untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel pada daging buah. Selain itu pencucian ditunjukan untuk melarutkan gula yang ada di permukaan daging buah yang berasal dari air kelapa. Gula yang ada di permukaan daging buah perlu dihilangkan untuk mencegah terjadinya browning pada permukaan daging buah kelapa.
  4. Blanching Blanching merupakan salah satu proses sterilisasi yang ditujukan untuk menghentikan aktifitas enzim penyebab kerusakan dan mencegah pertumbuhn mikrobia. Perlakuan blanching sebelum dilakukan pengeringan bertujuan untuk mengurangi mikroorganisme, menonaktifkan enzim, mengeluarkan udara dari jaringan, memperbaiki sifat fisik yaitu warna bahan. Dan selain itu juga dapat memperbaiki sifat permeabilitas bahan mentah terhadap penguapan air dalam pengeringan (Grimwood, 1975) Menurut Van Arsdel (1964).

Perlakuan Blanching

Teknik blanching ada dua cara yaitu blanching dengan uap air panas (steam blanching) dan blanching dalam air mendidih atau air panas (hot water blanching).

Di Srilangka blanching terhadap daging buah kelapa segar dilakukan dengan cara merendam daging buah kelapa segar kedalam air mendidih.

Tapi akibat-nya sebagian minyak kelapa akan terapung di permukaan air, sehingga air menjadi keruh dan kandungan minyak atau lemak dalam daging buah kelapa berkurang.

Sedangkan di Filipina teknik blanching dilakukan dengan cara mengalirkan uap air panas dalam jangka waktu tertentu pada buah kelapa.

Perlakuan blanching dengan memanaskan pada suhu 85-950C selama 5 menit, merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya browning enzimimatis dengan menghentikan enzim polyphenol oxydase, atau dapat juga dilakukan dengan cara mengatur pH menjadi asam (2,5-3) menggunakan larutan asam sitrat 0.5% atau larutan askorbat 0,03%. 5.

Dan pemarutan buah kelapa akan lebih baik jika di lakukan dengan mesin, agar mengefisienkan waktu.

Berikut inilah tips dan trik memilih tepung kelapa yang baik agar kalian tidak tertipu oleh para pedagang yang curang.

Trik Dan Tips Memilih Tepung Yang Berkualitas

Sangat penting bagi kalian untuk mengetahui jenis-jenis tepung dan tepung yang berkualitas. Berikut ini kami telah merangkum bagaimana cara kalian mampu memilih tepung yang berkualitas :

  1. kalian harus melihat warna tepung dalam memilih tepung yang bagus. Tepung ada macam-macam jenisnya dan kalian harus tahu ciri-cirinya. Kalau tepung warnanya kusam dan tidak seperti warna jenis tepung pada umumnya yang mau kalian pakai, bisa jadi kualitas tepungnya jelek.
  2. Tepung yang berkualitas bagus baunya tidak apek. Bau apek pada tepung biasanya disebabkan oleh jamur yang tumbuh pada tepung.
  3. Tepung yang kualitasnya bagus biasanya bebas dari berbagai kotoran dan juga kutu. Kalau tepungnya berkutu, berarti tepung itu kualitasnya jelek. Tepung yang seperti itu tidak bagus untuk bahan masakan kalian. Selain tidak berkutu, tepung yang bagus juga tidak menggumpal sehingga kalian tidak perlu mengayak tepung saat akan memasak.
  4. Sesuaikan tepung dengan kue yang akan dibuat. Untuk membuat kue kering maka dibutuhkan tepung yang rendah protein.
  5. Tekstur tepung akan halus dan menempel di tangan. Jika tepung terasa kasar coba lihat apakah ada kerikil atau ada tepung yang menggumpal. Apabila ada gumpalan tepung, hal itu menandakan jika tepung tersebut sudah lumayan lama / tidak baru. Jika tepung menempel di tangan saat dipegang, maka menunjukkan bahwa tepung benar-benar kering dan layak dikonsumsi.
  6. Kondisi tepung dalam keadaan tertutup rapat. Kerapatan bungkus tepung inilah yang akan menentukan bersih dan tahan lamanya tepung. Jika tepung tidak ditutup dengan rapat atau sering diangin-anginkan maka akan terlihat ulat jumbuh di tepung. Oleh sebab itu, pilihlah tepung yang bersih, steril, dan terjaga kualitasnya.

Sekian ulasan-ulasan dari saya semoga dapat bermanfaat, jangan lupa bagikan artkel ini agar yang saya tulis dapat lebih bermanfaat bagi  orang bayak.

× Whatsapp Kami!